Selasa, 17 September 2019

Cantiknya Pinang Peranakan Mansion di Penang

Kalau punya waktu sebentar di Penang seperti saya, dan pengin jalan-jalan di tempat wisata khas Penang yang bisa diputerin dalam sehari-dua hari nah... cerita saya ini mungkin bisa dibuat tambah-tambahan ide yah pemirsa xixixiii... *pede banget..* Oh iya, jangan ngarep saya jalan2 di Penang ini rutenya yg jauh2 sampe bukit or pantai yah karena cuma muter2 di dekat tempat saya menginap, Georgetown hehehe.. kali ini saya wisatanya bukan wisata alam, tapi wisata heritage ajah sama kulineran. Nah bagian ini saya cerita tentang wisata heritage khususnya rumah peranakan yang paling cantik di Penang menurut saya, Pinang Peranakan Mansion. Kalau mau tengok wisata kuliner di Penang, udah saya tulis sebelumnya. Bisa dibaca disini yah :)

OK deh langsung aja capcuzzzz..... ^o^



PINANG PERANAKAN MANSION PENANG
Address : 29 Church Street, Georgetown, 10200, Penang Island, Malaysia
Buka dari Jam 9.30 - 17.00 sore setiap hari termasuk public holidays.
Biaya masuk (th 2018) : RM 20 (adult), RM 10 (below 12 yrs). Anak dibawah 6 thn FREE.
www.pinangperanakanmansion.com.my
Tel. 604-264 2929 Fax 604-264 1929

Tampak depan Mansion, megah dengan dinding berwarna hijau

Rumah berlantai 2 ini dibangun pada akhir abad 19 oleh Kapitan China Chung Keng Kwee. Rumah ini sebagai tempat tinggal sang kapitan sekaligus kantornya yang pada masa itu dikenal sebagai tokoh terkemuka. 

Halaman rumah sang Kapitan mengingatkan kita pada "Baba House" yang kaya raya dengan gaya khas kayu ukiran China pada pintu-pintunya, ubin dari Inggris & besi dari Scottish. Setelah sekian lama terbengkalai, akhirnya rumah ini selesai direnovasi kembali menjadi rumah megah seperti sediakala. Saat ini mansion bisa disewakan untuk keperluan seminar, launching produk, ulang tahun, makan siang/malam, wedding, anniversary dan lain-lain.

Di sebelah mansion terdapat kuil leluhur yang disebut The Chung Keng Kwee Ancestral Temple yang dibangun sang kapitan pada tahun 1899 sebagai tempat sembahyang pada leluhur. Kuil ini sekarang sudah direstorasi menjadi seperti asalnya yang megah. Ahli restorasinya didatangkan dari China & menggunakan teknik & metode yang masih tradisional karena kuil ini penuh ukiran kayu yang rumit & dihias dengan daun emas.


Klik untuk memperbesar foto yah :)


Saat saya tiba disana ada penerima tamu yang menyapa, beliau keturunan India, menyilakan masuk ke kasir & memberitahukan harga tiket masuk. Kasirnya lain lagi, hanya menerima & memberi kembalian uang tiket, dengan memantau CCTV dari komputer. Benar.. disini banyak dipasang CCTV, mungkin karena barang-barangnya bernilai tinggi & mempunyai nilai historis ya.. dan ketika berkeliling disini memang banyak dijumpai barang berharga seperti barang pecah belah, baik guci keramik/kristal cantik di lemari dinding yang ada di lantai 1 dan 2.

Salah satu sudut ruangan di Lt 1 (gbr kiri) salah satu kamar di lantai 1 (gbr kanan)



Di lantai 1 ini kita akan melihat ruangan yang luas dengan beberapa kursi untuk menerima tamu disisi kanan, juga ada kamar-kamar yang diisi dengan meja panjang, seperti meja makan keluarga dengan kursi-kursi yang ditata rapi.
Dari ruangan depan ini kita bisa berjalan menuju ke ruangan di belakang dengan melewati kolam air mancur kecil. Bisa dilihat di foto dibawah ini :)

Kolam ini 'pemisah' antara ruang depan dan ruang belakang

Ruangan di belakang ini memamerkan koleksi barang-barang rumah tangga yang tidak kalah cantik, salah satunya saya melihat ada mesin jahit berwarna emas. Juga terlihat koleksi pakaian-pakaian sang kapitan & keluarga besarnya yang masih ada sampai saat ini. Benar-benar terjaga dengan baik & membuat kita seakan dibawa kembali ke masa itu, masa dimana sang kapitan hidup serba mewah berkecukupan.




Yang membuat saya takjub lagi, ketika berada di lantai 2 ada beberapa kamar yang salah satu kamarnya, selain ada perlengkapan kamar tidur seperti tempat tidur & lemari pakaian, saya melihat ada sebuah TV kuno, pemutar musik kuno & radio kuno yang berasal dari Jerman. Saya jadi membayangkan sang kapitan pada jaman itu pastilah sering berdagang ke Eropa, sehingga perabotan di rumahnya ini banyak yang berasal dari sana. Bahkan di lemari hias kaca terdapat beberapa merk bedak & parfum dari sana.


Bedak Pond's ternyata sudah ada sejak jaman dulu yaa.. :)


Salah satu kamar tidur utama di lantai 2

Suasana di lantai 2
Diluar kamar ada beberapa lemari kaca yang memajang keramik-keramik kristal warna warni yang sangat cantik & guci-guci kuno yang antik. Juga beberapa meja & kursi kayu, vas bunga, kaca ukiran besar & lukisan sang kapitan beserta istri. Semuanya tertata rapi & cantik.


suasana di lantai 2


Kunjungan ini diakhiri ketika siang itu saya ingin segera makan karena lapar hihihi...
sekian dahulu ya cerita singkat kunjungan saya ini.. jangan lupa baca juga kunjungan saya ke Blue Mansion di Penang setelah ini ^^


Salam Jalan2 !




*****


Baca juga cerita jalan2 yang lain :
Review Hotel : Chulia Mansion Penang
Kunjungan ke The Blue Mansion Cheong Fatt Tze Penang
Berburu Street Art Cantik di Goergetown Penang
Penang Street Food yang terkenal





Tidak ada komentar:

Posting Komentar