Minggu, 24 September 2017

BELAJAR CHINESE TEA DI SINGAPORE

Sewaktu diajak pergi ke Singapore untuk menengok saudara, saya berinisiatif untuk ikut kegiatan baru yang 'agak beda' yaitu ikut kelas tea appreciation workshop di salah satu toko teh ternama disana, Yixing Xuan Teahouse.
Sebenarnya penemuan teahouse ini secara tidak sengaja googling, kegiatan apa yang menarik di Singapore. Nah setelah searching2 ketemu deh tea house ini ^^ kalian bisa mengunjungi website Yixing Xuan Teahouse disini.

TEA APPRECIATION WORKSHOP
Apa sih sebenarnya Tea Appreciation Workshop itu? dalam bahasa sederhana adalah kelas yang diadakan untuk mempelajari mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan teh. Biasanya diikuti beberapa peserta yang sudah mendaftar sebelumnya. Disini kita akan diajari untuk mengenal lebih dekat mengenai teh (terutama chinese tea) mulai dari macam/jenis teh, cara menyeduh teh yang benar, khasiat masing-masing teh bagi kesehatan, hingga sejarah teh menjadi minuman wajib dalam budaya China yang kemudian menyebar ke penjuru dunia. Tentu saja kita akan mencicipi beberapa jenis teh yang kualitasnya premium secara free, ada White Tea, Green Tea, Black Tea, Flower Tea & Oolong Tea. Horeyyy... ^0^

Dari kiri ke kanan : black tea, white tea, green tea, oolong tea

Saya memilih mendaftar online di salah satu teahouse yang ternama di Singapore, Yixing Xuan Teahouse. Pilih jam 17.00 sore dan kebetulan yang mendaftar cuma saya (dan suami). Karena minimal kelas diadakan adalah untuk 5 orang, maka ada sedikit charge yang dikenakan ($5) karena jumlah peserta kurang. Tapi itu semua setimpal koq dengan ilmu yang didapat hehe..

Guru kami dalam tea class adalah Mr. Vincent Low yang bergelar MBA, dulunya banker kemudian tertarik untuk mendalami tentang teh & belajar di Taiwan, sekembalinya ke Singapore mendirikan tea house Yixing (yang berarti happy & relaxing) Xuan (yang berarti small house) yang berada di daerah Chinatown.
Pak Vincent menyiapkan 4 macam teh di meja (meja setengah lingkaran dari marmer). Masing2 adalah teh hitam (black tea), teh hijau (green tea), teh putih (white tea), dan oolong tea. Beliau bilang kalau chinese tea terdiri dari 4 macam teh utama ini. Bila ada nama lain itu adalah pengembangan dari 4 macam teh tsb & sebagian besar merupakan strategi penjualan supaya menarik bagi konsumen (yang mana malah memusingkan saya karena nama2 teh tsb dalam bahasa chinese xixixixiii.. )

Kelas dimulaiii... ^o^

Saya ceritakan singkat ya, yang namanya White Tea/teh putih adalah teh yang terdiri dari pucuk daun teh yang belum mekar menjadi daun, jadi masih kuncup gitu pemirsa.. yang terkenal dari daerah Fujian & diberi nama Silver Needle (Yinzhen Baihao). Setelah mencicipi teh ini rasanya cukup membuat terkejut pemirsa, karena belum pernah saya meminum teh yang warnanya kuning pucat & manis. Wanginya juga aroma manis.. ^^

Green Tea/teh hijau (Lung Ching/Long Jing) tentu pemirsa sudah tahu ya teh hijau seperti apa & bagaimana rasanya. Tapi ternyata teh hijau yang saya rasakan disini benar-benar berbeda dengan yang pernah saya rasakan di tanah air, walaupun teh nya dari jenis yang sama "Camellia Sinensis". Teh hijau adalah teh yang terdiri dari daun teh yang diambil dari 3 pucuk teratas dari tanaman teh. Jadi daunnya masih kecil & berwarna hijau muda. Teh hijau ini diproses & bentuknya menjadi pipih2 tipis, beda dengan teh yang biasa saya lihat di tempat saya tinggal.
Rasanya? Manis, tidak pahit sama sekali (beda dengan teh hijau yang pernah saya minum, lebih pahit dari teh hitam biasa walaupun warnanya lebih terang). Baunya juga khas banget, saya belum bisa deskripsikan dengan tepat mirip wangi apa sebenarnya hehehe..

Oolong Tea sering disebut sebagai Beauty of the East. Oolong tea terdiri daun teh yang dipetik setelah 3 daun teratas dari tanaman teh, jadi bentuk daun lebih besar dari green tea, juga warna hijaunya lebih gelap. Yang terkenal dari Taiwan, salah satunya bernama High Mountain Oolong Tea. Cara memproses teh oolong juga berbeda dengan teh sebelumnya sehingga bentuk akhir dari teh ini juga beda dengan teh yang sebelumnya, agak keriting kruel2 warna hijau tua fresh, tidak lurus/pipih. Rasanya? manis juga pemirsa hahaha... memang semua teh yang saya icip rasanya manis, tidak ada yang pahit. hihihiii.. saya jadi suka minum teh disini sampe perut blending xixixiii..

Black Tea/teh hitam sepertinya tidak perlu diceritakan ya karena semua orang rata2 sudah pernah minum jenis teh yang satu ini karena black tea adalah teh yang paling banyak diproduksi oleh pabrik teh di tanah air. Bagi saya paling enak adalah black tea yang diberi jasmine/melati biasa disebut jasmine tea. Apa merk jasmine tea favoritmu? kalau aku paling suka jasmine tea merk Gopek, iyaa.. teh Gopek. Dari jaman kecil paling sering di rumah menyeduh teh Gopek, namanya Gopek yang berarti 500 (dulu harganya 500 rupiah per kemasan). Sekarang sih harganya sudah jauh dari 500 rupiah hehehe..

bersama Mr Vincent, Master Tea.

Tambahan dari kelas ini selain mengenal 4 macam teh diatas, kami diberi kesempatan mengenal Flower Tea, teh yang terdiri dari teh dicampur bunga tertentu (banyak macam bunga). Yang paling enak & terkenal namanya Jasmine Pearls. Sesuai namanya, teh ini terdiri dari Green Tea dicampur bunga melati yang dibentuk bulat2 kecil. Harum melatinya sangat menggoda iman xixixiii.. wangiiii bangettt...& tentu saja saya familiar banget dengan wangi melati karena memang seringnya minum teh ya jasmine tea, bedanya jasmine tea di tanah air kebanyakan dari teh hitam + bunga melati, walaupun ada juga yang jual dicampur teh hijau.

Jasmine Pearls kalau diseduh warnanya tidak pekat, kalau teh yang biasa kita seduh berwarna oranye/coklat (dark/strong & full bodied), ini warnanya oranye muda sekali (light,subtle & elegant). Aroma & rasanya sangattt mengena di hati & lidah xixixiii... so pasti yg ini saya bawa pulang deh hehehe.. ^o^

CARA MENYEDUH TEH
Cara menyeduh teh yang dimaksud disini adalah menyeduh chinese tea sesuai jenisnya, kalau green tea & white tea rata2 air panas bersuhu 70-80 dercel yang digunakan. Kalau terlalu panas, rasa manisnya akan berkurang/kurang ketara. Sebaliknya kalau airnya kurang panas, teh yang dihasilkan juga akan kurang terasa/kurang maksimal. Untuk teh jenis black tea air panas yang digunakan kisaran suhu 100 dercel (air mendidih).

Untuk banyak teh yang digunakan sekitar 2,5gram/teapot (clay teapot dengan kurleb 100ml). Kisaran waktu menyeduh 1 menit, kemudian dilanjutkan sampai 7x (setiap 1 menit dituang, diisi kembali, tunggu 1 menit baru dituang kembali dst). Dengan sebelumnya teh harus di flush terlebih dahulu.

Tapi saya sempat baca di teahouse yang lain ada yang menyebut untuk green tea & white tea menyeduh cukup 20 detik, berikutnya ditambah 5 detik sampai 4x seduh & tidak perlu di-flush (teh dibasahi dulu dengan air panas). Jadi disini ada perbedaan cara menyeduh.

Untuk saya pribadi, dengan teh kualitas yang baik, dalam 1 teapot bisa diseduh sampai 4x untuk rasa & aroma yang maksimal, selebihnya dari 4x rasa & aromanya jelas berkurang. Sedangkan green tea saya cukup menunggu waktu 20 detik sudah terasa banget teh-nya, tidak perlu 1 menit. Tapi semua kembali ke selera yaa.. ^^

Di tea workshop, kami diajarkan menyeduh dengan metode Gong Fu Cha (Kung Fu Tea) yang berarti "Tea with great skill". Sekilas melihat peralatan menyeduh teh yang cukup banyak ini membuat saya heran, mau minum teh koq ribet amatt ??! But... inilah tradisi/budaya mereka. Tiap negara pasti punya tradisi sendiri2 tentang menyeduh teh, di Jepang pun cara menyeduhnya juga beda dengan di China bukan? jadi kita hargai saja tradisi masing2 negara.


Tea House Yixing Xuan di Tanjong Pagar Road, Chinatown.

Dalam Gong Fu Tea yang dipakai adalah teapot (teko teh) berukuran kecil sekali hingga lebih besar sedikit bergantung jumlah orang yang akan meminum (bisa untuk 2 sampai 6 orang). Saya bilang kecil karena memang kecil, muat kurang lebih 70ml/teapot mini, sampai maks 225ml/teapot ukuran sedang (urutan ukuran 70, 100, 175, 225ml). Sedangkan cangkirnya (cup kecil) memuat teh sekitar 30-40ml. Sangat sedikit bukan? Teapot terbuat dari clay (tanah liat) atau keramik putih.

Ketika selesai diseduh, teh dituang dalam teko teh lain lagi (tanpa tutup) ~ tea server, baru kemudian dibagikan dalam cup2 kecil. Fungsinya untuk menyamakan rasa, sehingga teh yang akan disajikan memiliki rasa yang sama satu dengan yang lain.

Semua peralatan teh, dari teapot, cup, tea server, tea tray & beberapa peralatan mirip sumpit ini di flush dulu dengan air panas sebelum digunakan. Dan airnya turun dibawah tray yang tersedia (tray dari clay/keramik/kayu rotan ada lubang2nya, disebut Ocean). Nah kalau sampai disini kurang paham/gagal paham, berarti saatnya buka youtube/ikut kelas teh supaya bisa langsung paham yah xixixiii... *bercanda pemirsa.. ^o^
Urutan lebih detail & lebih dalam mengenai prosesi Gong Fu Tea bisa dibaca disini.

Sebenarnya banyak lagi yang bisa diceritakan tentang teh, tapi nanti daripada bosan jadi saya stop dulu disini, kalau ada yang mau bertanya lebih lanjut boleh komen dibawah yaa.. ^^ (komen positif bukan negatif lho.. plus bukan komen iklan xixixiii.... )




Harapan saya teh di tanah air bisa lebih berkualitas di pasar internasional, karena saya lihat perkembangan teh di India jauh lebih pesat dibanding di tanah air. Untuk jenis tanaman yang sama "Camellia Sinensis" seharusnya kita juga bisa memproduksi teh berkualitas baik, sehingga manfaatnya akan lebih terasa & untuk urusan rasa dipastikan akan membuat kita semua makin menyukai teh, bukan hanya minum es teh sebagai pendamping makan soto/bakso tapi minum teh karena selain enak, manfaatnya juga baik bagi kesehatan kita.

Note : Teh yang baik secara kasat mata bisa dilihat berasal dari daun teh 100% bukan teh dicampur batang yang keras, karena tidak ada manfaatnya. Apalagi (sebagian besar) teh dalam kemasan siap minum (botol dan sejenisnya) yang saat ini banyak dijual, kebanyakan komposisinya bukan berasal dari 100% daun teh, ada perisa teh, perisa melati, pemanis, pengawet & bahan2 lain yang kurang baik bagi tubuh kita. Ayuk mulai sekarang kita  jadi konsumen yang jeli sebelum membeli ^^ *koq malah curhat yaaa... xixixiii..

Salam Teh !!



***


Baca juga cerita jalan2 yang lain :
Berkunjung ke Tea Chapter, Teahouse yang dikunjungi Queen Elizabeth II
Nongkrong di Singapore Coffee Festival yuk !





Tidak ada komentar:

Posting Komentar