Sabtu, 14 Desember 2013

JELAJAH VIETNAM : Noi Ba - Hoa Lu - Tam Coc Tour - Hoan Kiem Lake


JELAJAH VIETNAM


NOI BA AIRPORT - OLD QUARTER
Kami berangkat dari Terminal 3 Changi airport menuju Hanoi dengan Vietnam Airlines, maskapai kebanggaan negara Vietnam (dan saya baru pertama kali mencobanya). Terminal 3 Changi benar-benar luas & menyenangkan (baru kali ini saya benar-benar senang berada di airport), ada wahana bermain yang dibentuk seperti New Zealand mini, anak-anak sangat girang bermain disana. Selama menunggu waktu boarding, saya menggunakan fasilitas pijat gratis di kursi Osim. enaknyaa....rileks banget rasanya (*kepingin bawa pulang nih kursi) hehe..

Vietnam Airlines 'parkir' di depan T3
Terminal 3 Changi Airport
Setelah perjalanan kurang lebih 3 jam kami pun sampai di Noi Ba Airport, Hanoi. Setelah pemeriksaan imigrasi & mengambil bagasi kami mencari money changer & booth kartu perdana lokal. Setelah selesai urusan sim card yang melelahkan (karena petugas nya tidak ramah & sepertinya tidak mengerti kenapa internetnya tidak bisa digunakan) kami pun keluar untuk mencari taksi menuju penginapan kami di daerah Old Quarter.

Petunjuk yang kami baca : carilah Hanoi taxi. Tapi tidak ada merk Hanoi Taxi diluar. Ada papan-papan nama taksi diluar, tetapi Hanoi taxi tidak tertera. Masing-masing papan taksi memberikan harga yang berbeda-beda & sepertinya yang diinfokan oleh petugas sim card tadi benar, biaya ke pusat kota cuma 10 usd, tapi sulit mendapatkan taksi yang jujur diluar sini. Kamipun memilih taksi Mai Linh, salah satu yang direkomendasikan dari yang saya baca di internet. Si sopir bilang ongkosnya 20 usd ke hotel kami di daerah Old Quarter. Setelah masuk taksi, si sopir (berwajah malaikat) bertanya, where are u from? setelah itu kami gantian tanya, dia gga ngerti maksud kami / memang bahasa inggrisnya memang sebatas bertanya tadi ya? yang jelas, argo nya argo kuda, baru 3 detik uda naik terus, saya sampai melotot melihatnya..memang benar kata petugas tadi. Semula kami ingin naik mobil Vietnam airlines, yang akan berhenti di kantor Vietnam airlines di kota, kemudian melanjutkan dengan naik taksi (*yang ongkosnya pasti lebih murah daripada naik taksi langsung dari bandara), tapi kami berpikir ulang karena hari sudah malam & tidak lucu deh kalau kesasar malam-malam di negeri orang.

Tips :
* kalau tiba siang hari/saat langit masih terang cobalah naik mobil vietnam airlines diluar pintu terminal kedatangan (sebelahan persis dengan taksi), petugas/sopir nya sering menawari dengan harga 2 usd/orang ke kantor vietnam airlines di pusat kota. Bisa dilanjutkan dengan taksi/transportasi lain atau kalau mau tawar menawar dengan sopir siapa tahu beliau mau mengantar anda sampai tempat tujuan dengan penambahan biaya tertentu.

* Taksi yang berada di terminal kedatangan semuanya berbiaya tinggi, termasuk Mai Linh taksi, argo kuda. sebagai contoh, dari bandara sampai penginapan kami di Old Quarter totalnya 450.000 dong. Pada hari terakhir, di bandara keberangkatan kami baru sadar ada banyak taksi yang mengantar penumpang & ada Hanoi taksi disana. Jadi sebaiknya naik ke lantai 2 (terminal keberangkatan) untuk mencari taksi yang benar.

* Bila mau menukar uang dollar ke uang lokal (dong) di airport saat anda tiba, carilah dahulu pelan-pelan money changer disana. Setahu saya ada beberapa money changer, pilihlah yang menawarkan rate terbaik. Pengalaman pribadi, saya kecewa setelah tahu rate money changer di bawah escalator ternyata lebih murah dibanding yang saya beli di sebelah booth sim card. Dan....yang terbaik rate - nya selama saya di Hanoi, adalah menukarkan dollar anda di hotel (rata-rata hotel memberikan rate paling baik dibanding tempat lain, mereka juga menerima pecahan dollar kecil).

* Bila mau membeli sim card lokal, paling mudah meminta petugas hotel membelikannya untuk anda (petugas hotel disana ramah-ramah & selalu menawarkan bantuan apa pun), anda cukup memberi tips ke mereka, anda dapat sim card dengan harga 'normal'. Bila beli di airport, saya melihat harganya dinaikkan cukup signifikan. Contoh : harga asli 150.000 dong dijual 350.000 dong. Banyak sekali kan selisihnya?

Semoga tips nya membantu ya, supaya anda tidak kena getok kanan kiri selama berlibur.

Kami menginap di Hotel Splendid Star Suite, letaknya di jalan 28 Au trieu Street, Hoan Kiem district. Lokasinya bersebelahan dengan gereja St Joseph, di pusat keramaian Old Quarter, daerah yang direkomendasikan untuk menjadi tempat menginap. Review tentang hotel ini bisa dibaca disini.
Karena tiba di hotel sekitar jam 10 malam, kami yang sudah kelelahan memutuskan untuk mandi & tidur. Keesokan paginya kami berencana mengikuti tour ke Tam Coc.

HOA LU, NINH BINH - TAM COC TOUR
Pukul 7.00 pagi kami turun ke restoran hotel untuk breakfast, saya pilih menu Pho Bho (mie beras yang berwarna putih dengan potongan daging sapi) makanan khas Vietnam yang kata orang-orang mesti coba. Rasanya agak asing di lidah tapi enak jugaa :) 

Pho Bho, makanan khas Vietnam
Jam 8 pagi kami dijemput perwakilan travel untuk memulai Tam Coc Tour yang kami pesan via online. Kami dijemput mobil sedan warna hitam (yang bikin kami terkejut, karena di itinerary disebutkan mini van), dengan guide kami Mr Sinh, yang sangat ramah & berbicara inggris dengan jelas (membantu banget secara kalau ngomongnya cepat bisa mumet mencernanya hihi..)

DINH AND LE SANCTUARIES
Perjalanan ke arah selatan selama 2 jam menuju ke Hoa Lu untuk mengunjungi Dinh and Le sanctuaries. Selama perjalanan kami melihat banyak sekali gunung karst-yang sama dengan yang ada di Halong bay, pemandangan yang indah. Ketika kami melihat gunung itu dikeruk & ada pabrik didekatnya, sang guide bercerita kalau gunung-gunung itu dikeruk untuk dijadikan bahan semen. Hanoi, kota yang berkembang pesat karena 2 hal : pabrik semen & pariwisatanya. Pabrik-pabrik itu telah mengantongi ijin dari pemerintah untuk mengeruk gunung karst, sayang sekali ya kalau ke depannya gunung-gunung itu akan hilang. Polusi udara juga terjadi akibat pengerukan & pengolahan-nya. Cerobong pabrik penuh asap yang membumbung ke udara. Yang dilindungi oleh pemerintah adalah gunung karst yang ada di Tam Coc dan Halongbay.
 
Kuil Raja Dinh

Ada 2 kuil (kuil Raja Dinh dan kuil Raja Le) yang dibangun untuk mengenang dua raja yang pernah memerintah di Hoa Lu, yang dulunya merupakan ibukota Vietnam. Hoa Lu dipilih menjadi ibukota karena lokasinya sangat cocok sebagai benteng pertahanan. Di sekelilingnya ada gunung karst yang tinggi, sehingga musuh sulit menerobos. Gunung karst ini sama dengan yang ada di Halong Bay (dan juga yang kami lihat sepanjang perjalanan kesini), perbedaanya terletak di daratan.


Guide kami, Mr Sinh menceritakan sejarah tempat ini. Dahulu kala saat Raja Dinh (nama lengkapnya Dinh Tien Hoang, also known as Dinh Bo Linh), meninggal karena keracunan, sang ratu yang memilliki 3 anak ( 2 meninggal dalam peperangan, 1 masih berusia 8 tahun sehingga tidak mungkin naik tahta) menikah lagi dengan Jenderal Le (dikenal dengan nama Le Hoan) untuk menyelamatkan kerajaan yang saat itu sedang diintai oleh penjajah dari China, karena tidak baik jika terjadi kekosongan pemerintahan.
Itulah sebabnya ada 2 dinasti yang memerintah, Dinh Dynasty dan Le Dynasty. 

Dari pernikahan dengan Jenderal Le, sang Ratu memiliki seorang anak yang kemudian melanjutkan tahta, tapi hanya sebentar karena dilungsurkan oleh rakyat yang kurang menyegani sang Raja yang berkelakuan semena-mena terhadap rakyatnya. Nasib anak ke-3 sang ratu dengan mendiang Raja Dinh ? Pak Sinh menjawab, sang anak hanya bergelar royal family, tapi tidak punya kekuasaan apa-apa.

Kabar yang beredar, sang raja yang meninggal karena diracun, tidak ada kelanjutan ceritanya siapa yang meracun atau karena alasan apa. Tidak tertulis di sejarah. Ketika saya memasuki kuil pertama yang didedikasikan untuk raja Dinh, saya melihat patung Raja Dinh sendirian di tahta nya. Di sisi kanan patung Raja ada kursi yang diduduki patung kedua anak-nya yang meninggal dalam peperangan, di sebelah kiri patung Raja, ada kursi yang diduduki patung anak ke-3 nya, yang masih muda.

Ketika saya masuk kuil Raja Le, di tahta raja Le duduk sendirian. Di samping kanan ada kursi yang diduduki oleh anak tunggalnya, sedang di sebelah kirinya, duduk sang Ratu menghadap ke arah kuil Raja Dinh. Kabarnya rakyat kala itu sengaja membuat patung sang Ratu menghadap ke arah keluarga nya yang pertama, Raja Dinh dan anak-anaknya. Wajah sang Ratu juga terlihat agak sedih. Mungkin rakyat saat itu ingin menceritakan bahwa sang Ratu tetap mengingat keluarga yang ditinggalkannya atau mungkin menyesal ? tidak ada yang tahu kebenarannya.

Seorang petugas pemerintahan menaiki sepeda di kompleks kuil

Sayangnya, istana kerajaan dua dinasti itu sudah hancur. Hanya tersisa batas-batas kolam & taman yang sekarang banyak ditumbuhi rumput-rumput liar & ada yang sudah menjadi sawah. Jenasah kedua raja & keluarganya berada di salah satu puncak gunung karst yang ada disana. *Ada papan petunjuk nya sewaktu saya berjalan melewati kompleks kuil.


Disini saya menjumpai seekor kerbau yang dihias, untuk berfoto/mengambil foto si kerbau, kita akan diminta membayar. Waktu itu si kerbau tidak ditemani sang pemilik, sehingga suami saya bisa bebas ambil gambar si kerbau yang satu ini hihi.. :D

Notes : 
* sewaktu keluar dari kompleks kuil ini akan ada banyak pedagang penjual buah/souvenir dll yang mengerumuni anda, jika Anda berniat membeli pada seorang penjual, bersiaplah bila semua pedagang akan mengerumuni dan 'memaksa' anda untuk membeli semua dagangan setiap penjual yang ada.

* pada waktu pertama kali masuk lokasi kuil jangan heran jika ada yang membuntuti anda terus, masing-masing kelompok biasanya ada 1 orang yang mengikuti. Beliau adalah tukang foto yang berniat mengabadikan tiap momen anda disana. Jika anda keberatan, cukup mengatakan tidak & bila beliau tetap mengikuti (biasanya begitu) anda tidak perlu bingung, jalan saja terus. Jika anda ingin membeli sebuah/beberapa fotonya, biasanya dijual 1 USD/lembar.

TAM COC BOAT TOUR famous with HALONG BAY ON THE LAND
Sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Tam Coc Boat Tour, kita makan siang dulu di restoran lokal dekat area wisata. Nama restorannya, Anh Dzung Garden restaurant, menu nya beraneka ragam (bila ada yang kurang cocok di menu, bisa diganti menu lain) & hampir semuanya kurang cocok di lidah saya hihihi...maklum, lidah nya Indonesia bangett... yang perlu diperhatikan disini, makanan nya memang gratis, tapi minumannya bayar, cukup mahal pula.. >.< well, pelajaran berharga selama di Vietnam, minum selalu bayar, walaupun makanan nya gratis. Di itinerary kan tulisannya free Lunch, bukan Lunch & drink (*hadehh....@_@)

Tampak luar & dalam restoran

Setelah makan siang, kamipun langsung mengikuti Tam Coc boat tour yang hanya beberapa langkah saja dari restoran ini.


Setelah antri beberapa saat dengan turis lain, kamipun mendapat sebuah sampan yang dikemudi oleh seorang bapak tua & istrinya yang ikut membantu mengayuh, duduk di tengah. Saya agak kaget melihat sebuah sampan yang sudah terisi dua orang, masih ditambah kami (suami & saya) plus guide kami Pak Sinh yang ikutan pula. * muat gga ya, pikirku* muat-nya sih muat, tapi bahaya gga ya? #pikiran seorang cewek yang gga bisa renang tapi nekat naik sampan, jadi maklum kalau agak lebay ya pemirsa wkwkwk..#

Dari sumber yang saya baca-baca sebelumnya, sampan ini hanya boleh dinaiki oleh 2 (dua) orang saja, seorang tamu & seorang lagi pengemudi sampan. Berhubung yang naik ini 5 orang, maklum saja yah kalau saya agak bingung. Setelah lihat kiri kanan depan-belakang (haiyahh..) saya lihat ada yang satu sampan diisi maksimal 4 orang. Well...it's okeylah selisih dikit pikir saya.



Dan mulailah kami ber-5 menikmati perjalanan selama 2 (dua) jam mengitari Tam Coc. Mungkin karena gerak tubuh saya yang terlihat agak kuatir, sang bapak bilang ke istrinya, supaya saya tenang karena berada di tangan yang tepat wkwkk...pak Sinh menerjemahkan ke bahasa inggris, saya pun malu hehe.. * sebenernya tinggi air di Tam Coc cuma sekitar 3 meter, tapi buat yang gga bisa berenang seperti saya kan 3 meter itu cukup tinggi yah...secara air yang lebih tinggi dari tinggi badanku aku anggap bisa menenggelamkan aku dongg...wkkkkwkwk :p




Dalam perjalanan ini kami melewati 3 buah gua, dengan gua yang pertama paling gelap dan panjang, jadi deg-deg an juga waktu melewati nya. Air yang jatuh menetes dari atas gua terkadang mengenai kami, juga terkadang bertemu sampan dari arah berlawanan yang sama-sama menghindari tetesan air yang cukup deras. wewww.... >.<

Gua yang kedua & ketiga tidak segelap pertama, cuma lebih pendek jadi kita mesti agak membungkuk supaya tidak kejedok. Setelah gua yang terakhir kita akan tiba di rute terakhir tam coc boat tour, disini banyak penjual minuman dan buah-buahan yang menjajakan dagangannya dari atas sampan. Mereka mendekat ke sampan kami & menawarkan dagangannya. Kalau anda tidak tertarik, mereka akan mengatakan supaya membeli air mineral untuk sang pengayuh sampan kami.


Setelah beberapa saat, sampan kembali ke rute semula, mengitari sungai yang berkelok-kelok & melewati gua yang tadi kita lewati. Pemandangan batu-batu menjulang dari hamparan sawah hijau  menghiasi kembali, dengan melewati sebuah pemakaman umum yang dibangun cantik sesuai adat disana.


Note : sesuai adat setelah beberapa tahun, makam akan dibuka kembali untuk dibersihkan & kemudian dibangun kembali dengan bangunan semakin meninggi.

Dalam perjalanan pulang ini, sang ibu menawarkan dagangannya berupa dompet dengan design khas Vietnam, kita bisa membeli/menolak dengan halus. Tapi saya membelinya supaya ibu pengayuh senang, beliau terlihat semangat membantu dari awal perjalanan yang agak gerimis dengan membuka payung (yang saya lihat di sampan lain tidak ada & beberapa turis saya lihat kehujanan). Mereka memang pasangan yang ramah & melakukan pekerjaannya sepenuh hati ^^

Lihat gaya foto si bapak dari jauh jadi geli ^^
Over all, tam coc boat tour memang must try deh ! pemandangan bukit karst yang ada di daratan tidak kalah cantik & eksotis dari Halong Bay yang lebih dulu terkenal. Tidak salah kalau Tam Coc ini disebut sebagai Halong Bay on the Land.

Selesai dari Tam Coc Boat tour kami akhirnya pulang kembali ke hotel kami di Hanoi. Hujan kembali mengguyur, dalam hati bersyukur banget tadi tidak hujan deras waktu naik sampan.
Istirahat sebentar di hotel, kami pun melanjutkan perjalanan hari ini menuju ke Hoan Kiem Lake, mengikuti peta yang kami dapat dari hotel. Ternyata letaknya dekat dengan hotel kami berada.



HOAN KIEM LAKE
Danau yang terkenal di Hanoi ini digunakan oleh masyarakat sebagai tempat bersosialisasi, pacaran, senam/jogging, memancing, atau sekedar jalan-jalan bersama anjing. Mereka tampak menikmati setiap kegiatan di seputar danau Hoan Kiem ini. Ada juga pasangan yang mengambil foto prewedding disini dengan latar belakang Red Bridge & Ngoc Son Temple.



Red Bridge yang terkenal dengan nama The Huc yang artinya Banjir sinar matahari pagi, saya seberangi untuk menuju Ngoc Son Temple di bagian utara danau. Ngoc Son Temple dibangun untuk mengenang jasa Tran Hung Dao, pahlawan yang menang memimpin Vietnam melawan 300.000 tentara Mongol yang dipimpin oleh kaisar Kubilai Khan.




Di dalam Temple selain bangunan utama juga ada kura-kura raksasa yang diawetkan. Di tengah danau ini ada Pagoda Kura-kura Thap Rua. Legenda yang ada, seorang bangsawan yang akhirnya menjadi raja Le Thai To, menemukan sebuah pedang di danau ini ketika sedang memancing. Dengan bantuan pedang ini beliau berhasil memenangkan perang. Saat sang Raja berniat mengembalikan pedang, muncul seekor kura-kura raksasa berwarna emas dari dalam danau & Raja pun mengembalikan pedang tersebut. Oleh karena itu danau ini berubah nama dari Luc Thuy menjadi Hoan Kiem yang artinya kembalinya pedang.

Pagoda Kura-kura Thap Rua

Ketika saya tiba disini, waktu sudah sangat mepet sebelum kuil ditutup untuk umum. Bersyukur kami masih bisa masuk & melihat-lihat kuil yang terkenal di Hanoi ini.
Harga tiket 1 orang dewasa Rp 10.000 atau 20.000 VND (Vietnam Dong)

MAKANAN DI OLD QUARTER
Nah..setelah capek muter-muter di Hoan Kiem Lake, kami menyeberang jalan (Old Quarter area) dan mendapati beberapa penjual makanan. Karena saya penasaran mencoba Pho Bho yang terkenal enak disini, saya pun mulai mencari-cari kira2 mana yang enak, tapi semua nya ramai pembeli, sehingga cukup pusing juga memilih yang mana.

Akhirnya saya jatuhkan pilihan di sebuah kedai, tapi yang dijual ternyata bukan Pho Bho/Pho Ga, tapi Nom Bo. Isinya mie putih yang keras (bingung koq gga empuk kenapa ya?), dengan potongan iso, daging babi (sepertinya) dan taburan kacang goreng yang ditumbuk kasar & daun (seperti kemangi tapi bukan). Rasanya seperti manisan, kecut dari cuka tapi ada rasa manis & asin. Cukup unik..^^

Yang cukup unik lagi nih di Hanoi, penjual makanan lokal selalu menggelar kursi dan meja yang ukurannya kecil-kecil. Ini berlaku bagi penjual di pinggir jalan maupun di dalam sebuah kedai. Saya sampai geli ketika mau duduk dan makan ^^
 
Mie dengan bumbu kacang yang rasa kuahnya seperti manisan

Bagi yang kebingungan cari makanan karena kurang cocok selera lokal, bisa makan di KFC saja, di seberang Hoan Kiem Lake ada KFC 2 lantai. Kalau bingung lokasinya, cukup puterin saja Hoan Kiem Lake dari sana akan kelihatan gedung KFC nya dibagian mana. Harga KFC di Hanoi lebih murah dibandingkan di tanah air.

Di Old Quarter ini, saya membeli beberapa cinderamata dari sebuah toko yang menghadap ke danau. Mbak-nya ramah & ketika ditanya mengenai barang yang dijual, terkadang dia tidak paham hehe..tapi harga yang dijual cukup masuk akal. Si mbak menawarkan bila membeli lebih banyak harganya akan lebih murah. Ternyata setelah saya mengitari beberapa tempat souvenir, toko mbak ini memang paling murah.

# Sedikit tips bagi yang suka foto2, di lantai 2 KFC ini kalian bisa ambil foto kehidupan malam di Hanoi yang sangat unik, banyaknya motor lalu lalang tak tentu arah, plus pedagang yang menjajakan makanan pada orang-orang yang sedang duduk/ngobrol di bundaran air mancur di tengah jalan yang lebar itu merupakan pemandangan yang cukup menarik.

# Bagi pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan dihimbau untuk berhati-hati ya, lalu lintas di Hanoi terkenal paling semrawut. Saya sampai membeli sebuah kaos saking cocoknya dengan kalimat yang disablon di kaos tsb. Lalu lintas di Hanoi : lampu hijau jalan, lampu orange tetap jalan, lampu merah tetep bisa jalan *in english tentunya.. ^^

# Bagi pejalan kaki juga yang sedang jalan santai di pinggir jalan, hati-hati dengan kabel listrik di Hanoi yang terkenal semramwut dan menjalar kemana-mana. Kabel listrik dengan jumlah banyak & kadang berukuran besar hanya menggantung begitu saja di tiang listrik, terkadang ada yang menjuntai juga di trotoar. Jadi perhatikan kabel & jalan, jangan hanya perhatikan jalan. Hehe..peringatan yang cukup aneh bukan ? 
Cyclo di Old Quarter

Di seberang Hoan Kiem Lake ini ternyata ada gedung pertunjukan water puppet yang terkenal, Thang Long Water Puppet Theatre. Dibawah adalah foto jadwal show & harga tiket-nya. Kalau di kurs-kan IDR harga show nya Rp 50.000/orang untuk type 1 (VIP), yang type 2 harganya Rp 30.000/orang.

Jadwal pertunjukan Water Puppet
Memang pusat kehidupan turis berada di sekitaran Hoan Kiem Lake, jadi hotel yang kami pilih memang tidak salah. Dekat dengan objek wisata & sepanjang jalan yang kami lalui adalah pedagang-pedagang yang menjual cinderamata khas Vietnam, juga ada butik-butik sutra & toko lukisan dimana lukisannya terbuat dari sulaman benang warna warni, sangat indah .. ^^


***

* Bersambung ke seri berikutnya :
Romantic Halong Bay with Indochina Sails 3
Berkunjung ke St Joseph Katedral di Hanoi

 


























4 komentar:

  1. Halo mbak Vivi,
    salam kenal sebelumnya.
    saya sedang mencari referensi jalan2 ke Hanoi, terutama ke Halong Bay dan Hoa Lu.
    boleh share info ke ayudiyani92@gmail.com ga mbak tentang harga2 tiket masuk ke tempat wisata, tip standar yg biasa diberikan ke guide, pengayuh sampan, bellboy dll termasuk do's and don't nya waktu disana.
    karena sering denger2 jg dr bbrp temen kalo dsna kudu pinter2 krn bnyk tipu2 hehehe

    terimakasih sebelumnya mbak,

    salam,
    Ayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ayoekoe : salam kenal juga ^^
      Karena saya ikut land Tour disana (tour tanpa tiket pesawat & hotel) jadi tidak tahu persis harga tiap objek yg dikunjungi diatas. Untuk tips standard USD 3 atau kalau dalam VND sekitar 60.000 per hari per orang. Pengayuh sampan beri serelanya saja (biasa sekitar VND 30.000-40.000) karena mereka biasanya menawarkan barang selama perjalanan. Untuk tips do & don't nya ada di artikel diatas semua. Berdasarkan pengalaman selama disana, pada dasarnya orang Vietnam ramah2, kecuali yang penjual yang ada di bandara :)

      Hapus
  2. Hi Mba Vivi..
    Februari besok saya mau ke Hanoi. Tapi sudah pernah ke Halong dsb jadi mau cari suasana lain di Ninh Binh hehe.. boleh tolong share contact person Mr Sinh yang jadi guide mba ga? Kemudian juga biaya tour per orangnya. Thanks a lot mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Mba Carolina, untuk tour bisa email ke Viet Value Travel (http://www.vietvaluetravel.com) waktu itu saya email ke sales_02@vietvaluetravel.com atau hotline mereka +84 988 509 587/ +84 904 632 652/ +84 913 22 77 44 (Ngoc Minh, Ms). Saya dapat guide Mr Sinh dari mereka. Travel Viet Value recommended mba, pelayanannya ramah, email cepat dibalas, harga sesuai. Bisa dicoba dulu email ke mereka mba, semoga cocok & salam Jalan2 :)

      Hapus