Selasa, 27 Mei 2014

KELENTENG KWAN SING BIO-TUBAN, INDONESIA

KELENTENG KWAN SING BIO
(Kelenteng Tuban)


Address: JL. RE. Martadinata, 1, Karangsari, Tuban, 62314, Indonesia
Phone:+62 356 324567

Dalam perjalanan menuju kota Malang, saya melewati Kelenteng yang letaknya di pinggir jalan persis menghadap ke pantai Tuban. Tentu saja dari bentuk & warna Kelenteng yang mencolok, mau tidak mau pandangan mata ini tertuju kesana. Akhirnya, kami pun mampir kesini, sekalian melepas penat setelah lebih dari 4 jam berada di jalanan.

bagian depan Kelenteng Kwan Sing Bio
Dari beberapa kolega yang pernah mampir kesini, rata-rata review nya bilang kalau Kelenteng ini sangat luas & besar, dengan halaman parkir yang bisa menampung 1000 mobil. Design nya yang khas dengan patung kepiting raksasa di atas gerbang masuk juga menjadi ciri khas tersendiri, yang membedakan dengan kelenteng lainnya.
 
Setelah membaca sedikit sejarah tentang kelenteng ini, saya akan menceritakan secara ringkas :)
Beberapa bagian cerita saya ambil dari sini :

Dua abad yang lalu, ada seorang perantauan Thionghoa di tanah Jawa yang tidak bisa melanjutkan perjalanan karena perahu yang ditumpanginya berputar-putar di sekitar pantai Tuban, walau layar sudah dikembangkan & dayung dikayuh, tetapi usaha tersebut sia-sia.
Sang perantau kemudian mengambil batang jiamsi untuk meminta petunjuk Dewa Kwan Sing Tie Koen (Dewa Kebijaksanaan) tentang fenomena aneh tersebut. Ia bertanya apakah sang Dewa menginginkan ia tinggal disitu.
Setelah 3x melempar jiamsi, ternyata sang perantau diminta tinggal. Kemudian ia pun membangun kelenteng disana, yang diberi nama Kwan Sing Bio atau Kelenteng Dewa Kebijaksanaan. Pada saat itu pantai Tuban masih dipenuhi oleh rawa-rawa & kepiting liar.

Sampai era modern ini, Kelenteng ini masih menjadi tempat ibadah bagi umat Tri Dharma. Orang-orang banyak yang menyebutnya sebagai Kelenteng Kepiting karena memang diatas gerbangnya ada patung kepiting yang dibuat salah satunya sebagai pengingat bahwa kepiting liar merupakan makhluk hidup asli wilayah itu sebelum kelenteng ini dibangun.


Di tempat seluas lebih dari 15 hektar, Kelenteng ini dibagi menjadi beberapa bagian, Tempat pemujaan & doa, yang merupakan bangunan tertua Kelenteng, terletak di bagian depan, kemudian di sampingnya berdiri tempat pembelajaran bahasa Mandarin, peramal jiamsi, & kantor sekretariat. Bagian tengahnya dibangun hall yang bersebelahan dengan taman berarsitektur Thiongkok lengkap dengan danau kecil & jembatan putih yang cantik.

danau & jembatan yang cantik
Di bagian paling belakang adalah bangunan paling luas yang difungsikan sebagai tempat sebaguna & tempat menginap. Tempat ini tertutup untuk para pengunjung. Saya sempat diusir (secara halus) oleh satpam yang jaga disini hehe.. kata pak Satpam, tempat ini dibuka khusus bila ada perayaan hari besar agama & tentu saja saat itu sangat ramai pengunjung. Di sampingnya ada bangunan yang di bagian depannya ada meja panjang yang diisi makanan yang boleh disantap oleh pengunjung ataupun orang yang membutuhkan.

Dalam cuaca yang panas tersebut, saya pun hanya sebentar saja memutari kompleks kelenteng ini. Suami saya sibuk mengabadikan lewat kamera poket yang kami bawa. Patung-patung dewa, danau yang cantik, dan juga taman yang dihiasi patung-patung lambang shio, khas China sekali :)

Pedagang es kelapa muda berjejeran di sisi pantai
Setelah kurang lebih 1jam berada disini, akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan kembali. Nah..bagi yang melakukan perjalanan melewati kota Tuban, tidak ada salahnya mampir kesini karena tempatnya memang cantik & lokasinya yang tepat di sisi pantai Tuban menambah eksotik suasana. Ingin melepas dahaga? pas bangett..karena di dekat kelenteng berjajaran penjual es kelapa muda ^^

Salam jalan2 ! ;)

***


Baca Juga cerita jalan-jalan di Malang:
Jalan-jalan ke Jatim Park 2 (part 1)
Jalan-jalan ke Jatim Park 2 (part 2)










Tidak ada komentar:

Posting Komentar