Sabtu, 04 Juni 2016

GUA MARIA SENDANGSONO ~ LOURDES'NYA INDONESIA


GOA MARIA SENDANGSONO 
Address :  Desa Banjaroyo, Kec Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
http://www.sendangsono.info/

Bulan Januari ini saya berkesempatan mengunjungi Goa Maria Sendangsono, yang terkenal sebagai Lourdes'nya Indonesia. Awalnya hanya jalan-jalan ke Yogyakarta, dengan niat mencicipi kuliner yang seru-seru, tapi pada saat nyusun itinerary kepikiran untuk wisata iman ke Goa Maria ini. Rasanya menyenangkan jika jalan-jalan dilengkapi dengan mengunjungi tempat yang dapat menambah iman kita :)

Menurut petunjuk yang saya baca di internet, cara menuju ke Goa Maria Sendangsono dari kota Yogya dengan melewati Jalan Magelang sampai tiba di pertigaan Pasar Muntilan belok ke kiri & mengikuti jalan saja selama 1 jam. Di sepanjang jalan juga ada papan petunjuk ke Sendangsono supaya tidak tersesat karena jalannya makin menanjak ke atas bukit.

Nah, suami saya yang kepedean karena bawa GPS tidak mengikuti petunjuk yang sudah dibaca sebelumnya ini. hehehe....karena ikut petunjuk GPS akhirnya kami melewati jalan yang kecil, sempit & tidak beraspal, lewat pinggir jurang & hutan. Hanya bertemu 1 mobil panther merah yang mengikuti kami, karena tujuannya ternyata sama. Saya curiga kami salah jalan karena jalan ke Goa tidak mungkin se-sepi ini kan ?

Saat pulang, baru kami menyadari bahwa jalannya tidak serumit bila ikut GPS, tapi lebih mudah dengan tanya ke penduduk sekitar. Benar deh...kalau dari awal tanya penduduk lokal kita bakal lewat jalan yang tidak terlalu sempit, beraspal & tentunya dengan banyak teman seperjalanan serta cepat sampai hehehe.... Makanya curhatan saya ini saya tulis disini supaya teman-teman yang hendak kesana & tidak tahu jalan, jangan meniru langkah saya sebelumnya yaah..  :)

Tips bagi yang ingin ke Goa tanpa kendaraan roda 4, dari pasar Muntilan dapat menyewa ojek sampai ke Goa, sebaiknya ojek diminta menunggu, karena saya tidak melihat ada pangkalan ojek di dekat lokasi Goa Maria. 

Latar Belakang Berdiri
Dari brosur yang saya dapat waktu mengisi buku tamu sebelum masuk kompleks Goa, saya rangkumkan sedikit tentang asal mula Goa Maria Sendangsono berdiri ya.. :)
Istilah Sendangsono berasal dari gabungan kata "sendang" (yang berasal dari kata Jawa berarti air) & "sono" (yang berarti nama sebuah pohon Angsana). Secara harafiah Sendangsono merupakan sebutan bagi mata air yang berada di bawah pohon Angsana.
 
Awal mula cerita, ada seorang bernama Sariman Soerawirja yang hidup bersama istri & mertuanya, Suratirta di Kajoran. Ketika anak pertama lahir, Sariman terkena penyakit misterius yang tidak bisa disembuhkan pada waktu itu. Ia tidak dapat berjalan & selalu tidur di emperan rumah. Sariman sering bersemedi di dekat  mata air di bawah pohon Sono untuk mendapat kesembuhan. Suatu hari ia mendapat wangsit untuk pergi ke arah timur laut (yang sekarang berarti ke arah Muntilan). Disana ia bertemu dengan Br. Kersten SJ & Rm. Van Lith SJ (keduanya orang Belanda) yang akhirnya merawatnya hingga sembuh. Disinilah Sariman belajar tentang Katolik untuk pertama kalinya. 
Ia pun pulang ke Kanjoran dengan membawa kitab suci pemberian sang Romo. Sampai di Kanjoran ia menceritakan semua pengalamannya kepada mertuanya yang merupakan pamong desa, sang mertua tertarik dengan ajaran Katolik & membawa serta beberapa wiradesa untuk ikut mendengarkan ajaran agama Katolik.

Babtisan Pertama

Pada perayaan Pentakosta 20 Mei 1904 Sariman dibabtis oleh Rm. Van Lith SJ dengan nama permandian Barnabas. Sang romo juga memberikan nama kepada Sariman yaitu Sarikrama, yang berarti 'rakyat jelata yang mampu menerima intisari ajaran Kristiani." Sarikrama yang dibabtis dengan 3 orang lain akhirnya mewartakan Kristus dan berhasil membawa 171 orang dibabtis oleh Rm. Van Lith di bawah pohon Sono. Pada tahun 1929, Paus Pius XI menganugerahkan bintang Pro Ecclesia et Pontifice kepadanya atas perjuangannya yang gigih & tak kenal lelah mewartakan Kristus. Ia tutup usia 5 Juli 1940 dan dimakamkan di dekat kompleks peziarahan Sendangsono.

Pada tahun 1923, ketika berkarya di Boro & sekitarnya, Rm. JB Prennthaler SJ menggagas untuk mendirikan gua Maria di Sendangsono. Beliau yakin bila Bunda Maria bertahta di Sendangsono orang-orang dapat berdoa kepadanya untuk meminta perlindungan. Gagasan ini disambut baik oleh penduduk sekitar. Masyarakat mulai bergotong royong mencari batu, pasir & batu kapur. Patung Bunda Maria didatangkan dari Swiss, beratnya 300 kg.
Gua Maria Sendangsono diberkati pada 8 Desember 1929. Dalam kotbahnya Rm JB Prennthaler SJ mengingatkan umat : "Jangan mencari mukjizat di Sendangsono. Bila berziarah ke Sendangsono, kumandangkanlah ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa lewat Bunda Maria karena telah melimpahkan rahmat dan kemurahanNya kepada manusia".

Sejak tahun 1969 Romo YB. Mangunwijaya terlibat dalam perancangan pembangunan, dan berkat beliau saai ini Sendangsono menjadi tempat yang indah, asri, sejuk, dan tenang untuk peziarah yang berdoa. Arsitektur yang sekarang ini terlihat mendapat penghargaan dari Ikatan Arsitektur Indonesia.

Sekian cerita singkat tentang awal mula berdirinya Gua Maria Sendangsono. Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di brosur yang akan dibagikan ketika hendak masuk ke kawasan Gua Maria. Atau bisa dibaca di sini.

Ini beberapa foto yang saya ambil sewaktu berkunjung ke Gua Maria Sendangsono. Memang belum lengkap semuanya, tetapi semoga cukup  memuat gambaran besar bagi yang hendak berziarah ke Gua Maria.


Lukisan Bunda Maria Bunda Segala Bangsa
Kapel Para Rasul


Nah sekian cerita perjalanan saya, sempatkan waktu sejenak bila Anda di sekitaran Yogyakarta untuk mengunjungi Gua Maria Sendangsono. :)

Salam jalan2 !



***

Baca juga cerita lain :
Saat teduh di Gua Maria Kerep Ambarawa
Kuliner Enak di Jogjakarta Part 1 
Kuliner Enak di Jogjakarta Part 2




1 komentar: